Selain jajaran PJU Mabes Polri, sejumlah posisi kepala kepolisian daerah (Kapolda) juga mengalami pergantian.
Pergantian pada posisi strategis tersebut menjadi bagian dari langkah awal Suyudi dalam menata jajaran kepemimpinan Polri setelah resmi menjadi Kapolri.
27 Pejabat Jalani Sertijab dan Pelantikan
Perubahan struktur kepemimpinan tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan dan pelantikan.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, sebanyak 27 pejabat menjalani prosesi sertijab dan pelantikan pada Sabtu malam.
Sebanyak 25 pejabat mengikuti sertijab. Mereka terdiri dari sejumlah PJU Mabes Polri dan Kapolda.
Sementara itu, dua pejabat lainnya dilantik langsung oleh Kapolri, yakni Astamarena dan Korspripim.
Trunoyudo menjelaskan, keseluruhan proses tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi yang dilakukan setelah Suyudi mulai menjalankan tugas sebagai Kapolri.
Bukan Sekadar Pergantian Orang
Jika melihat penjelasan Mabes Polri, perombakan yang dilakukan Suyudi memiliki beberapa alasan utama. Pertama, menjawab kebutuhan organisasi. Kedua, menjadi bagian dari pembinaan karier personel. Ketiga, memberikan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Di sisi lain, kepemimpinan baru juga menginginkan adanya percepatan respons Polri terhadap dinamika masyarakat.
Karena itu, pergantian pejabat strategis dan Kapolda menjadi salah satu instrumen untuk menyesuaikan organisasi dengan tantangan yang dihadapi Polri ke depan.
Langkah cepat Suyudi yang melakukan mutasi dan pelantikan hanya beberapa hari setelah dilantik sebagai Kapolri sekaligus menandai dimulainya penataan jajaran kepolisian di bawah kepemimpinannya.
