Melihat itu, Victor Harefa bereaksi.
Ia mengetuk kaca mobil Toyora Alphard tersebut, dan memperingatkan pengemudinya bahwa tindakan menerobos lampu merah tersebut adalah perilaku yang salah.
Sontak, tiga orang yang ada di dalam mobil Toyota Alphard tersebut keluar dan menyerang dengan mendorog Victor Harefa.
Satpam di Bundaran HI tersebut pun digiring, dan diajak ke Pos Polisi yang ada di dekat lokasi tersebut untuk menyelesaikan cekcok di antara keempatnya.
Menurut pengakuan Victor Harefa dalam video klarifikasi yang dibuatnya, dua orang yang menggiringnya itu mengaku sebagai aparat.
Dan bahkan menunjukkan Kartu Tanda Anggota atau KTA saat keempatnya sudah berada di pos Polisi di dekat Bundaran HI Jakarta tersebut.
Victor Harefa yang merasa terdesak mengaku mencoba menjelaskan kronologi kejadian kepada aparat yang bertugas di Pos Polisi tempat keempatnya bermediasi.
Namun, yang didapatkan Victor Harefa justru mendapat tudingan telah melakukan kesalahan oleh aparat di Pos tersebut.
Menurut pengakuan Victor Harefa, ia dituduh bersalah lantaran telah mengingatkan pengemudi mobil Alphard penerobos lampu merah tersebut dengan mengetok kaca mobilnya.
Ketiga orang penumpang mobil Toyota Alphard itupun kemudian menanyakan di mana vendor tempat Satpam di Bundaran HI tersebut bekerja.
