TAJUKNASIONAL.COM Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) mengklaim menemukan data mengenai delapan warga negara Indonesia (WNI) yang direkrut untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.
Identitas kedelapan WNI tersebut dipublikasikan melalui situs resmi FISU.
Dalam keterangannya, FISU menyebut informasi tersebut diperoleh dari sejumlah dokumen yang mereka dapatkan.
Namun, informasi mengenai status dan keterlibatan kedelapan WNI itu masih dalam proses verifikasi oleh Pemerintah Indonesia.
Berikut nama-nama yang disebut FISU dalam rilisnya:
- Yuda Putra Pratama, lahir 9 Agustus 1997.
- Haryanto Dwi Kencana, lahir 14 Juli 1983.
- Erwanda, lahir 5 Agustus 1988.
- Ngangun Hudri Fadli, lahir 17 September 1978.
- Muhammad Syaripudin, lahir 3 Agustus 1994.
- M Hadi Maulana, lahir 7 April 1987.
- Wahyu Oktavian Iskandar, lahir 22 Oktober 1985.
- Helmi Nuraha Hakim, lahir 27 Januari 1983.
FISU menyebut para WNI tersebut diduga direkrut dengan tawaran berupa penghasilan tinggi, pekerjaan yang diklaim bersifat non-tempur, kemudahan memperoleh kewarganegaraan Rusia, hingga berbagai fasilitas sosial.
Menurut intelijen Ukraina, tawaran tersebut diduga menarik minat sejumlah orang yang tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari keberangkatan mereka.
