[Viral] Beras Fortifikasi Bermasalah, Apa yang Terjadi Jika Sudah Dimakan?

TAJUKNASIONAL.COM Kabar tentang temuan beras yang dipasarkan sebagai produk fortifikasi tetapi diduga tidak sesuai label memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Banyak konsumen tentu bertanya-tanya, bagaimana jika beras tersebut sudah dikonsumsi bersama keluarga?.

Dalam pemberitaan resmi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada 15 September 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya temuan terhadap 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi.

Produk-produk tersebut diduga tidak memenuhi standar maupun kandungan yang tercantum pada label.

Pemerintah menyatakan produk bermasalah akan ditarik dari peredaran dan proses hukum juga dilakukan.

Namun, ketidaksesuaian kandungan pada label tidak otomatis berarti beras tersebut beracun.

Persoalan kandungan gizi dan kemungkinan adanya kontaminasi merupakan dua hal berbeda yang harus diperiksa secara terpisah.

“Ketidaksesuaian klaim gizi dan kontaminasi merupakan masalah yang perlu diperiksa secara terpisah,” demikian penjelasan dalam konteks keamanan pangan.

Baca juga: DPR Dukung Langkah Mentan Bongkar Dugaan Pengoplosan Beras Fortifikasi

Fortifikasi sendiri merupakan proses penambahan vitamin atau mineral ke dalam makanan untuk meningkatkan nilai gizinya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini