Kementerian PU juga telah memobilisasi 5.755 unit alat berat, 382.044 bahan logistik, dan 3.455 personel siaga di lapangan.
Beberapa wilayah prioritas tahun ini meliputi penanganan banjir lahar dingin Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, serta abrasi dan banjir rob di Bengkulu Utara.
Sisa anggaran sebesar Rp89,9 miliar disiapkan untuk menghadapi potensi bencana hingga akhir tahun, seiring dengan prediksi BMKG yang memperkirakan curah hujan lebih dari 2.500 milimeter per tahun.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Dody menyebut pihaknya tengah menyiapkan call center darurat agar masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana secara cepat.
Baca juga: Siapkan Ribuan Alat Berat, Kementerian PU Gelar Apel Siaga Bencana
“Semua alat dan personel kami siagakan 24 jam. Begitu ada bencana, kami bisa langsung bergerak,” tegasnya.
