“Selanjutnya tergantung pada pelaksana di lapangan, para penegak hukum, para hakim, para jaksa dan Polri. Tergantung semangat dan komitmen mereka semua,” tegas Benny.
Ia menambahkan bahwa tanpa semangat dan komitmen dari aparat, RKUHAP hanya akan menjadi “huruf mati”.
Menurut Benny, pengesahan RKUHAP adalah fondasi penting untuk membangun penegakan hukum yang modern, transparan, dan selaras dengan KUHP baru.
Ia berharap seluruh aparat penegak hukum menjalankan mandat ini dengan profesional, sehingga undang-undang yang disahkan tidak kehilangan maknanya di lapangan.
Baca juga: Makin Meresahkan, Demokrat Minta Aparat Penegak Hukum Lebih Serius Menangani Judi Online
Pengesahan RKUHAP ini menjadi tonggak penting pembaruan hukum pidana di Indonesia, sekaligus ujian bagi keseriusan aparat dalam menegakkan hukum yang adil dan akuntabel.
