TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Transmigrasi terus memperkuat arah kebijakan pembangunan transmigrasi melalui dua pilar utama, yaitu revitalisasi dan transformasi, guna menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kawasan di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar program perpindahan penduduk, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Transmigrasi harus benar-benar menghadirkan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia,” kata Menko AHY kepada media dalam kunjungan kerja ke Kementerian Transmigrasi, Rabu (15/4/2026).
Menko AHY menjelaskan, program revitalisasi difokuskan pada perbaikan kondisi dasar kawasan transmigrasi, seperti infrastruktur permukiman, jalan, listrik, dan air bersih, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka pendek.
Sementara itu, program transformasi diarahkan untuk mengembangkan potensi kawasan secara tematik agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Program transformasi diharapkan bisa menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berdasarkan potensi wilayah, baik di sektor pertanian, perkebunan, industri, hingga pariwisata,” tegas Menko AHY.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan revitalisasi juga mencakup penyelesaian persoalan mendasar seperti kepastian hukum lahan melalui program Trans Tuntas.
Dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir, pemerintah telah menyerahkan lebih dari 13.000 Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada masyarakat transmigrasi.
“Maknanya bukan hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga kepastian nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelas Menteri Iftitah.
Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga telah melakukan perbaikan infrastruktur di 154 kawasan transmigrasi, termasuk pembangunan dan renovasi lebih dari 1.000 sekolah guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Transmigrasi hari ini bukan lagi soal perpindahan penduduk, tetapi bagaimana mengintegrasikan potensi kawasan dengan investasi untuk menciptakan kebangkitan ekonomi lokal,” tegas Menteri Iftitah.
Dalam aspek transformasi, Kementerian Transmigrasi mengembangkan kawasan berbasis potensi unggulan daerah secara terintegrasi.
