TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah Amerika Serikat menghadapi tantangan besar menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama Kanada dan Meksiko.
Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu diperkirakan menjadi operasi pengamanan olahraga paling kompleks yang pernah dilakukan di Negeri Paman Sam.
Besarnya skala kompetisi menjadi alasan utama. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia akan diikuti 48 negara dan berlangsung di tiga negara tuan rumah dengan total lebih dari 100 pertandingan.
Di wilayah Amerika Serikat sendiri, sebanyak 78 pertandingan akan dimainkan di 11 kota selama hampir 40 hari penyelenggaraan.
Pemerintah federal bersama aparat keamanan setempat telah menyiapkan strategi pengamanan berlapis.
Lebih dari 400 lembaga penegak hukum dilibatkan untuk mengamankan stadion, hotel tim peserta, pusat latihan, kawasan suporter, hingga lokasi keramaian yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.
Koordinasi antarlembaga menjadi fokus utama karena ancaman yang dihadapi tidak hanya berasal dari gangguan keamanan konvensional, tetapi juga risiko serangan siber, aksi individu yang terpapar paham ekstrem, hingga penggunaan drone ilegal di area pertandingan.
Ancaman drone menjadi perhatian serius. Pemerintah Amerika Serikat telah mengalokasikan ratusan juta dolar untuk memperkuat sistem anti-drone di kota-kota tuan rumah.
Sejumlah petugas juga telah menjalani pelatihan khusus guna mendeteksi dan menangani potensi serangan menggunakan perangkat udara tanpa awak tersebut.
