Sementara itu, komunikasi antara masinis KRL KA 5568A dan PPKP juga terekam sebelum kecelakaan. Pada pukul 20.49 WIB, masinis meminta informasi mengenai kondisi perjalanan dari Bekasi Timur.
Tak lama kemudian, PPKP Selatan menyampaikan instruksi agar perjalanan kereta ditahan. “075 Tambun pertahanan dulu pak,” demikian isi komunikasi yang dirilis KNKT.
Pada saat yang hampir bersamaan, PPKP Timur juga menghubungi awak KA Anggrek. Petugas memperingatkan masinis agar berhati-hati di sekitar JPL 88 Bekasi Timur setelah menerima informasi adanya insiden di lintasan.
“Bang hati-hati di JPL Bekasi Timur Bang, JPL 88 ya Bang,” ujar PPKP Timur dalam rekaman.
Awak KA Anggrek kemudian menyatakan sinyal yang dihadapinya berwarna merah. Beberapa saat setelah itu, komunikasi berubah menjadi laporan kecelakaan.
“Dari Anggrek nih bravo tertemper KRL bravo,” kata asisten masinis KA Anggrek.
KNKT menyatakan rangkaian komunikasi tersebut menjadi bagian dari bahan investigasi untuk mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan.
