TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat untuk pemulihan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan dan jembatan nasional menjadi prioritas utama, mengingat banyaknya akses transportasi yang terputus dan kebutuhan masyarakat terhadap jalur distribusi logistik.
“Kami memastikan pemulihan akses utama di Aceh menjadi prioritas. Tim di lapangan bergerak maksimal, termasuk pemasangan jembatan bailey dan pembersihan material longsoran,” ujar Dody dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (9/12/2025).
Berdasarkan data Kementerian PU, terdapat 477 titik terdampak bencana, meliputi 143 titik banjir tanggul kritis, 46 titik longsor, dan 36 titik banjir tanggul jebol.
Hingga kini, progres penanganan darurat oleh Balai dan Unit Pelaksana Teknis telah mencapai 48,34%.
Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada 30 ruas jalan nasional serta 15 jembatan nasional.
Beberapa jalur sudah kembali dapat dilalui, seperti Banda Aceh–Meureudu, Lhokseumawe–Langsa, dan Kuala Simpang–Perbatasan Sumatra Utara.
Namun sejumlah akses masih terputus dan ditargetkan pulih bertahap hingga pertengahan Desember 2025.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah segera memasang jembatan bailey pada beberapa lokasi, termasuk Teupin Mane, Alue Kulus, Enang-enang, Weihni Rongka, dan Timang Gajah.
Baca juga: Pasca Bencana di Sumatera, Kementerian PU Kebut Perbaikan Infrastruktur
Material jembatan sebagian sudah tersedia, sementara sisanya masih dalam perjalanan menuju Aceh.


