Ia bahkan menyebut sempat menahan tangis ketika mengetahui dua direksi yang dinilainya berintegritas harus kehilangan jabatan.
Menurutnya, praktik tersebut mencerminkan sistem yang tidak berbasis meritokrasi di tubuh BUMN.
“Kenapa orang yang mau membenahi justru dicopot. Ini yang menurut saya tidak masuk akal,” ujar Ahok di hadapan majelis hakim.
Lebih lanjut, Ahok menyatakan kesiapannya melaporkan persoalan tersebut secara terbuka dan meminta jaksa tidak ragu memeriksa pihak-pihak yang memiliki kewenangan tertinggi, termasuk Presiden, apabila diperlukan untuk mengungkap kebenaran.
Pernyataan Ahok tersebut menambah dinamika persidangan kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina yang tengah menjadi perhatian publik.
Baca juga: Koar-koar Setelah Tak Lagi jadi Komut Pertamina, Pengamat: Ahok sedang Cari Simpati Publik
Sidang ini diharapkan mampu membuka secara terang mekanisme pengambilan keputusan dan pengawasan di lingkungan BUMN strategis tersebut.
