Sebelum meninggal, Abdullah diketahui menjalani program rehabilitasi kecanduan alkohol dan Xanax di Klinik Priory, London.
Dalam proses rehabilitasi tersebut, ia menjalani detoksifikasi alkohol, benzodiazepin, dan obat antikecemasan.
Dokter yang menanganinya menyatakan kondisinya cukup baik dan tidak menunjukkan risiko bunuh diri saat meninggalkan fasilitas tersebut.
Setelah menyelesaikan rehabilitasi, Abdullah sempat menjalani perawatan di sebuah klinik swasta di Merseyside karena infeksi saluran pernapasan atas sebelum dinyatakan pulih pada Oktober 2025.
Pemeriksaan post-mortem tidak menemukan penyakit akut maupun kronis yang dapat menjadi penyebab kematian.
Namun, penyidik menyimpulkan kombinasi alkohol dan berbagai obat memicu gangguan pada jantung yang berujung fatal.
Baca juga: Indonesia–Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kreatif, Fokus pada Inovasi dan Budaya
Otoritas Inggris menyatakan tidak ada bukti keterlibatan pihak ketiga. Berdasarkan hasil penyelidikan, kematian Abdullah bin Fahad resmi diklasifikasikan sebagai kematian akibat kecelakaan yang dipicu konsumsi alkohol dan berbagai jenis obat-obatan.
