TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif melalui kolaborasi internasional.
Salah satunya ditunjukkan dalam pertemuan antara Teuku Riefky Harsya (TRH) dan Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Pertemuan yang digelar di kantor Kementerian Ekonomi Kreatif itu membahas berbagai peluang kerja sama strategis berbasis budaya dan inovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky menegaskan bahwa hubungan Indonesia dengan Arab Saudi telah lama terjalin kuat, tidak hanya melalui jalur diplomasi, tetapi juga melalui ikatan spiritual, sejarah, dan hubungan antar masyarakat.
Menurutnya, ekonomi kreatif kini menjadi sektor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Indonesia sendiri memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif yang terus dikembangkan dengan menggabungkan kekayaan budaya dan inovasi modern.
“Ekonomi kreatif bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penggerak utama masa depan ekonomi. Kolaborasi lintas negara akan memperkuat dampak yang dihasilkan,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan resminya.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah peluang kerja sama turut diidentifikasi, mulai dari partisipasi dalam ajang global seperti World Expo, penguatan ekosistem haji dan umrah berbasis produk kreatif, hingga pertukaran talenta dan teknologi.
Selain itu, kedua negara juga membahas penguatan perlindungan kekayaan intelektual dan kolaborasi dalam Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif 2026 yang akan digelar di Jakarta.
Baca juga: Kementerian Ekraf Perkuat Kolaborasi dengan Provaliant untuk Komersialisasi IP Lokal
Sementara itu, Pangeran Badr menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah Indonesia dan menegaskan komitmen Arab Saudi untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor kreatif.
