TAJUKNASIONAL.COM Kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus level 100 dolar AS per barel memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi dan fiskal Indonesia.
Anggota Komisi XII DPR RI dari Partai Demokrat, Sartono Hutomo, menilai pemerintah sebaiknya tidak langsung mengambil langkah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Sartono, kenaikan harga BBM bukan satu-satunya opsi kebijakan yang dapat ditempuh pemerintah untuk menghadapi tekanan akibat lonjakan harga minyak global.
Ia menilai masih terdapat sejumlah langkah alternatif yang bisa dipertimbangkan tanpa harus membebani masyarakat.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperketat penyaluran subsidi BBM agar lebih tepat sasaran.
Dengan mekanisme yang lebih terkontrol, BBM bersubsidi diharapkan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
“Subsidi harus dipastikan hanya diterima oleh kelompok yang membutuhkan sehingga penggunaan anggaran negara menjadi lebih efisien,” kata Sartono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Selain itu, ia juga menyarankan pemerintah melakukan realokasi anggaran dari belanja yang dinilai kurang prioritas.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas fiskal tanpa menambah beban ekonomi masyarakat.
Baca juga: Soroti Ancaman Geopolitik Global, AHY Minta Kader Demokrat Tetap Solid dan Fokus pada Rakyat
Di sisi lain, Sartono mendorong percepatan strategi peningkatan produksi energi dalam negeri.
