Model tersebut rencananya akan diadaptasi di 154 kawasan transmigrasi di Indonesia.
Pemerintah menilai pendekatan ini relevan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis wilayah sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan mengirim tim ahli ke China dalam waktu dekat.
Tim tersebut terdiri dari perwakilan Kementerian Transmigrasi serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Adapun perguruan tinggi yang terlibat antara lain Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, hingga Universitas Hasanuddin.
Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap dapat merumuskan strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan transmigrasi.
