Bahkan, pesan bernada serupa juga terlihat pada sejumlah kendaraan umum dan menjadi bahan perbincangan warganet.
Kritik terhadap Hong tidak hanya datang dari dunia maya. Banyak suporter menilai kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi bukti lemahnya kepemimpinan dan strategi tim.
Sebagian penggemar juga mengaitkan hasil tersebut dengan rekam jejak Hong saat menangani Korea Selatan pada Piala Dunia 2014, ketika tim juga gagal memberikan hasil memuaskan.
Korea Selatan menutup fase grup di posisi yang tidak cukup untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Hasil itu sekaligus menjadi kegagalan pertama mereka lolos dari fase grup sejak Piala Dunia 2018.
Tekanan yang terus meningkat akhirnya berujung pada keputusan Hong Myung-bo mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala beberapa hari setelah Korea Selatan dipastikan tersingkir.
Hingga kini, federasi sepak bola Korea Selatan belum mengumumkan sosok yang akan ditunjuk sebagai penggantinya.
