Anggaran kesehatan, kata Royes, sebaiknya difokuskan pada upaya promotif dan preventif.
Fraksi juga merekomendasikan penerapan integrasi data kesehatan berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan publik.
Terkait infrastruktur dan lingkungan hidup, Demokrat menyoroti persoalan banjir dan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan utama.
Mereka mendorong pemerintah untuk memperkuat peran masyarakat dan menerapkan spatial budgeting, agar pembangunan lebih merata dan berdampak langsung bagi warga.
Dalam bidang ekonomi daerah, Fraksi Demokrat menekankan pentingnya penguatan UMKM dan ekonomi kreatif melalui pelatihan, dukungan modal, serta pembentukan klaster ekonomi berbasis gampong.
“Ekonomi kreatif dan pariwisata syariah berpotensi besar menjadi penggerak ekonomi kota,” tambah Royes.
Menutup pandangannya, Fraksi Demokrat juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, dengan mendorong penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan peningkatan kompetensi aparatur melalui pelatihan berkelanjutan.

