Ia menegaskan, program ini tidak hanya mengejar hasil pembangunan fisik semata, tetapi juga menargetkan dampak sosial yang berkelanjutan.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga terciptanya harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini memberikan manfaat jangka panjang, bukan sekadar kegiatan sesaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iftitah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks.
