TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan pentingnya kepemimpinan yang tangguh serta kewaspadaan tinggi dalam menjalankan misi perdamaian dunia.
Hal tersebut disampaikannya saat mengenang pengalaman bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon pada 2006.
Menurut Iftitah, tantangan terbesar dalam misi perdamaian bukan hanya ancaman fisik, tetapi juga situasi keamanan yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Ia menegaskan bahwa setiap prajurit harus memiliki kesiapsiagaan tinggi serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.
Pernyataan itu juga disampaikan Iftitah saat menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon selatan di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil).
Baca juga: Kolaborasi Bersama Qatar, Mentrans Percepat Pembangunan Sekolah Terpadu di Kawasan Barelang
Ketiga prajurit tersebut gugur saat menjalankan tugas menjaga stabilitas wilayah konflik.
