Pemerintah juga menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen dan menambah alokasinya sebanyak 700.000 ton.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk meringankan biaya produksi sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian.
Prabowo: Kemandirian Pangan Fondasi Kemerdekaan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketersediaan pangan merupakan bagian penting dari kemandirian bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” ujar Prabowo.
Pernyataan itu menegaskan pentingnya kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan masyarakat melalui produksi dalam negeri.
Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan produksi beras, peningkatan cadangan pemerintah, serta pembenahan tata kelola pupuk menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih tangguh.
Ke depan, keberlanjutan swasembada akan bergantung pada konsistensi produksi, efektivitas distribusi sarana pertanian, dan dukungan terhadap petani.
Baca juga: Prabowo Swasembada Pangan tiap Tahun, Target Beras hingga Protein Ikan
Dengan demikian, capaian produksi tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas pasokan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

