Terdapat enam indikator utama yang digunakan dalam evaluasi tersebut, yakni pencapaian program kerja, kesesuaian kebijakan dengan kebutuhan publik, kualitas kepemimpinan dan koordinasi, tata kelola anggaran, komunikasi kebijakan, serta penegakan hukum.
“Posisi AHY di tiga besar menunjukkan bahwa kinerja pejabat publik dinilai melalui sejumlah dimensi, tidak semata-mata berdasarkan pelaksanaan program, tetapi juga kepemimpinan, koordinasi, dan komunikasi kebijakan,” bunyi rilis dari Celios.
Bagi seorang menteri koordinator, koordinasi lintas kementerian menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Peran tersebut menuntut kemampuan menyelaraskan kebijakan antarlembaga agar pelaksanaan program pemerintah berjalan lebih efektif.
Meski demikian, peringkat dalam evaluasi tersebut perlu dipahami sesuai metodologi dan indikator yang digunakan CELIOS.
Baca juga: Celios Rilis Skor Kinerja Menteri Prabowo Gibran, Raja Juli hingga Nusron Masuk 10 Terburuk
Penilaian itu menjadi salah satu gambaran kinerja pejabat publik, sementara dampak kebijakan terhadap masyarakat tetap menjadi tolok ukur penting dalam mengevaluasi keberhasilan pemerintahan secara menyeluruh.
