Kapal tersebut berangkat pada 13 September 2026. Sekitar pukul 01.00, kapal menghadapi cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi kapal kemudian memburuk hingga mengalami kemiringan berat.
“Satu jam berikutnya dilaporkan kondisi kapal mengalami kemiringan berat, dan dalam satu jam berikutnya kapal sudah tidak bisa berkomunikasi,” kata Syafi’i.
Basarnas mengaktifkan operasi SAR sekitar pukul 04.10 dan mengerahkan sejumlah unsur laut serta udara. Kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu evakuasi.
Pada hari pertama, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, sementara enam korban ditemukan meninggal dunia. Dengan demikian, total korban yang telah dievakuasi mencapai 114 orang.
Memasuki hari keempat, operasi SAR masih berlangsung. Basarnas mengerahkan unsur udara dan laut serta menyiapkan tiga tim untuk pencarian bawah air dengan dukungan KRI Canopus milik Pushidrosal TNI Angkatan Laut.
