Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, memastikan pihaknya ikut mendukung proses sinkronisasi dan integrasi data sesuai arahan pemerintah.
Ia berharap proses tersebut dapat diselesaikan pada awal Agustus sehingga pelaksanaan program berjalan lebih efektif.
Fajar mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 80 persen siswa di Indonesia telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan data yang semakin akurat, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang masih memiliki angka stunting relatif tinggi.
Pemerintah optimistis penyelarasan data lintas kementerian akan meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG sekaligus memperkuat upaya penanganan masalah gizi.
Baca juga: BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG, Sudaryono: Langgar Standar Higienitas dan Tata Kelola
Langkah ini diharapkan membuat distribusi bantuan lebih merata, tepat sasaran, dan mampu mendukung peningkatan kesehatan serta kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah.
