Menurut Desie, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah penularan penyakit tersebut.
Ia berharap warga tidak mengabaikan gejala awal agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat.
Hantavirus diketahui dapat menular melalui kontak dengan urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi.
Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui partikel udara yang terkontaminasi dan terhirup manusia, terutama di lingkungan yang kurang bersih.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebelumnya mencatat ada empat kasus Hantavirus selama tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan telah sembuh, sementara satu pasien lainnya masih dalam status suspek dan menjalani pemantauan lebih lanjut.
Pemerintah daerah kini diminta meningkatkan pengawasan lingkungan, termasuk pengendalian populasi tikus di kawasan padat penduduk.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kasus baru dan menjaga kesehatan masyarakat Jakarta.
