Menurut BCA Economics, kontribusi paket ini terhadap PDB sekitar 0,05–0,1%, namun dampak sosialnya besar dalam menjaga daya beli di tengah tekanan inflasi.
Selanjutnya, Paket Stimulus Ketiga pada September 2025 berfokus pada struktur industri dan tenaga kerja.
Dengan formula “8+4+5”, pemerintah meluncurkan program magang sarjana, padat karya, serta proyek revitalisasi tambak dan modernisasi kapal nelayan.
Puncaknya, Paket Stimulus Keempat diluncurkan 17 Oktober 2025, bertepatan dengan ulang tahun ke-74 Presiden Prabowo.
Program ini mencakup BLT bagi 35 juta keluarga dan magang nasional untuk 100 ribu lulusan baru.
Langkah ini menegaskan arah fiskal Prabowo-Gibran yang berpadu antara keberpihakan sosial dan strategi pembangunan jangka panjang.
