Fakta Kasus Hantavirus di Kalbar, Satu Pasien Meninggal Dunia

TAJUKNASIONAL.COM Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, mengonfirmasi adanya satu kasus Hantavirus di wilayah Kalbar. Kasus tersebut ditemukan di Kabupaten Ketapang dan berujung pada meninggalnya seorang pasien berusia sekitar 50 tahun.

“Iya, ditemukan satu kasus Hantavirus di Kalbar, ini berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi,” ujar Harisson kepada awak media, Senin (11/5/2026).

Harisson menjelaskan, pasien sempat menjalani perawatan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Namun, kondisi pasien disebut sudah berat ketika tiba di rumah sakit. Pasien masuk rumah sakit pada 2 Maret 2026 dan dinyatakan meninggal dunia sehari kemudian.

“Pasien ini sempat dirawat sehari di RS. Masuk pada 2 Maret 2026, dan dinyatakan meninggal pada 3 Maret 2026,” jelasnya.

Sebelum dirawat, pasien mengalami demam tinggi selama sekitar empat hari. Saat datang ke rumah sakit, pasien juga menunjukkan gejala berat, seperti tubuh menguning atau ikterik serta tidak adanya produksi urine atau anuria.

Baca Juga: Waspada Virus Nipah! Ini Risiko dan Langkah Pencegahan yang Perlu Diketahui

“Pasien datang sudah keadaan jelek, besoknya meninggal,” kata Harisson.

Dari penelusuran sementara, dugaan penularan dikaitkan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal pasien. Harisson menyebut pasien diduga mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi urine tikus.

“Yang jelas dugaannya pasien ini termakan atau terminum makanan yang terkontaminasi urin tikus,” ungkap Harisson.

Ia menegaskan, kasus Hantavirus di Kalbar merupakan penularan zoonosis, yakni dari hewan ke manusia. Harisson juga menekankan bahwa penularan dalam kasus ini bukan terjadi dari manusia ke manusia.

“Jadi intinya penularan Hantavirus di Kalbar ini dari hewan ke manusia. Bukan dari manusia ke manusia,” tegasnya.

Kementerian Kesehatan sebelumnya mencatat terdapat 23 kasus Hantavirus di Indonesia. Satu di antaranya berasal dari Kalimantan Barat. Pemerintah pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari paparan tikus dan kontaminasinya.

Pasien yang dicurigai terinfeksi Hantavirus umumnya menunjukkan gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual muntah, sesak napas, hingga gangguan ginjal. Selain itu, biasanya terdapat riwayat kontak dengan tikus, urine, feses, atau debu yang terkontaminasi.

Baca Juga: Mirip Flu Biasa! Ini Gejala Virus Nipah yang Dialami Penderita

Dalam penanganannya, tenaga kesehatan akan melakukan anamnesis riwayat paparan, pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan laboratorium, hingga skrining PCR atau serologi apabila tersedia. Meski sebagian besar Hantavirus tidak mudah menular antarmanusia, prosedur kewaspadaan tetap diterapkan secara ketat di fasilitas kesehatan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini