TAJUKNASIONAL.COM Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia kesehatan internasional karena sifatnya yang mematikan dan berpotensi memicu wabah.
Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah pada manusia di Indonesia, para ahli menilai kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
Penyakit zoonosis ini diketahui memiliki tingkat kematian yang tinggi di sejumlah negara Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Virus Nipah merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar pemakan buah dan hewan ternak seperti babi.
Penularan awal umumnya terjadi akibat kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi cairan tubuh hewan pembawa virus.
Setelah menginfeksi manusia, virus ini juga bisa menyebar antarmanusia melalui kontak erat, termasuk paparan air liur, darah, dan cairan pernapasan.
Lembaga kesehatan internasional mencatat gejala infeksi virus Nipah bervariasi, mulai dari demam, sakit kepala, gangguan pernapasan, hingga kejang dan penurunan kesadaran.
Baca juga: Mirip Flu Biasa! Ini Gejala Virus Nipah yang Dialami Penderita
Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi radang otak atau ensefalitis yang berisiko menyebabkan kematian.
