LITERAIA 2026 Dorong Karya Sastra Indonesia Jadi Kekayaan Intelektual Bernilai Ekonomi

TAJUKNASIONAL.COM Festival LITERAIA 2026 menjadi ruang pengembangan karya sastra Indonesia ke berbagai sektor industri kreatif melalui kolaborasi penulis, penerbit, komunitas literasi, dan pelaku usaha kreatif.

Kegiatan yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Negeri Elok tersebut berlangsung di Museum Nasional, Jakarta, Minggu (11/10/2026). Festival ini mengangkat tema “Literasi Sumatera” dengan menghadirkan diskusi, lokakarya, serta instalasi seni yang mengeksplorasi potensi karya sastra sebagai kekayaan intelektual bernilai ekonomi.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan karya sastra memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan storynomics, yakni pemanfaatan kekuatan cerita dalam menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Sastra adalah fondasi dari ekonomi kreatif berbasis penceritaan atau storynomics,” ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, karya tulis tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi film, animasi, gim, pertunjukan, dan produk kreatif lainnya. Karena itu, pengembangan serta komersialisasi kekayaan intelektual dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi penulis.

Dalam mendukung keberlanjutan industri penerbitan, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Keuangan dan kementerian serta lembaga terkait juga mendorong perubahan kebijakan perpajakan royalti buku menjadi Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen. Usulan kebijakan tersebut disebut tengah memasuki tahap harmonisasi.

Rangkaian pembukaan festival ditandai dengan pembacaan dramatis (dramatic reading) novel Laskar Pelangi oleh Teuku Riefky bersama penulis Ratih Kumala, Valerie Patkar, Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin, serta perwakilan Negeri Elok.

Festival ini turut menghadirkan instalasi seni karya Dedy Sufriadi yang menggunakan buku-buku sastra Sumatera, program Membaca Bersama Anak-Anak Indonesia, serta diskusi dan lokakarya. Negeri Elok juga menggandeng komunitas kreatif untuk menyumbangkan dan merekomendasikan buku sebagai koleksi Perpustakaan Museum Nasional.

Melalui kegiatan tersebut, pengembangan karya sastra diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lintas subsektor sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap literasi Indonesia.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini