Cegah Aksi Joget-joget Sidang Tahunan MPR 2026, Ini Persiapannya

TAJUKNASIONAL.COM Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan evaluasi menyeluruh menjelang Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. 

Salah satu perhatian utama adalah menjaga kekhidmatan acara agar polemik aksi berjoget anggota dewan seperti pada tahun sebelumnya tidak kembali terjadi.

Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI, Mahyu Darma, mengatakan persiapan tahun ini diarahkan untuk menghadirkan suasana kenegaraan yang elegan, tetapi tetap sederhana.

“Iya, kalau dekorasi memang kita, karena kondisi Indonesia ini juga kita tidak seperti dulu-dulu, dan memang ini, pada saat ini, kan kita menginginkan bagaimana dekorasi ini tetap bagus tapi sederhana, hanya, menjadikan ini acara kenegaraan yang paling terbaiklah kami berharap,” ujar Mahyu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Live Streaming Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Pidato Kenegaraan Presiden, Ini Jadwalnya

Menurut Mahyu, panitia juga melakukan berbagai langkah korektif terhadap pelaksanaan sidang tahun sebelumnya. 

Evaluasi dilakukan agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung sesuai dengan karakter agenda kenegaraan.

“Insya Allah, pak, kami juga terus, selalu koreksi, dan korektif. Mudah-mudahan hasilnya yang terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Musik Nasional dan Daerah Tetap Dihadirkan

Salah satu aspek yang turut dievaluasi adalah penggunaan musik selama rangkaian acara. 

Mahyu memastikan lagu nasional dan daerah tetap akan hadir sebagai bentuk representasi keberagaman budaya Indonesia.

Namun, pengaturan musik akan dibuat lebih selektif, terutama dari sisi waktu dan penempatannya.

“Yahh, lagu nasional ada, lagu nasional, daerah juga ada, karena, kita kan perpaduan, dan Indonesia ini kan beragam, dan memiliki daerah. Tidak ada satupun, tidak dari daerah, saya rasa begitu. Maka tetap kita akomodir, hanya mungkin ritme dan tunenya yang, kita ini-in. Terus posisinya itu di mana? Tidak di saat acara-acara resmi,” jelas Mahyu.

Musik akan lebih banyak digunakan di luar agenda inti, seperti saat menyambut tamu undangan maupun ketika Presiden meninggalkan lokasi.

“Maka kita pilih lagu-lagu itu dimainkan di luar daripada rundown-nya. Nah, jadi pada saat, kita masukan para peserta, tamu, undangan, kepulangan bapak presiden. Tidak di dalam satu tubuh rundown tersebut,” tambahnya.

Baca Juga: Fakta Kronologi Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Libatkan SMAN 1 Pontianak Viral di Medsos

Evaluasi Aksi Joget Sidang Tahunan MPR 2025

Pengaturan tersebut tidak terlepas dari polemik Sidang Tahunan MPR 2025, ketika sejumlah anggota DPR menjadi sorotan setelah berjoget saat musik daerah, termasuk lagu “Gemu Fa Mi Re”, dimainkan setelah agenda utama.

Sejumlah anggota DPR seperti Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya ikut menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut memunculkan kritik karena dinilai kurang sesuai dengan suasana acara kenegaraan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini