Kementerian PU Bangun TPST Kebon Talo, Mampu Mengolah Sampah 60 Ton Perhari

TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memperkuat pengelolaan sampah perkotaan.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan turut meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung sektor pariwisata.

TPST Kebon Talo berdiri di atas lahan seluas 1,48 hektare dengan kemampuan mengolah sampah hingga 60 ton per hari.

Fasilitas ini nantinya melayani kebutuhan pengelolaan sampah di Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela.

Pembangunan TPST tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Mataram.

Setiap harinya, kota tersebut menghasilkan sekitar 425 ton sampah.

Kondisi tersebut semakin membutuhkan dukungan infrastruktur persampahan setelah TPA Regional Kebon Kongok ditutup, sehingga kapasitas pengelolaan sampah menjadi terbatas.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah terus mempercepat penanganan persoalan persampahan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah serta penggunaan teknologi yang memungkinkan sampah diolah menjadi sumber daya bernilai.

“Ke depan, gunungan sampah akan kita ubah menjadi listrik. Tapi yang lebih penting, kita ubah dulu budaya kita. Hentikan membuang sampah ke sungai dan laut. Karena ketika kita membuang sembarangan, alam akan menghukum kita kembali, misalnya banjir dari sungai, rob dari laut,” kata Menteri Dody.

Konsep pengelolaan yang diterapkan di TPST Kebon Talo diterapkan secara terpadu.

Sampah yang masuk ke fasilitas tersebut akan melalui proses pemilahan dan pengolahan, sehingga jumlah sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA) dapat ditekan.

Fasilitas tersebut dilengkapi teknologi pemilahan otomatis yang berfungsi memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik, logam, dan residu.

TPST Kebon Talo juga menggunakan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) untuk menghasilkan bahan bakar alternatif sekaligus meningkatkan tingkat daur ulang sampah.

Fasilitas utama TPST berupa hanggar pengolahan dengan luas 2.592 m².

Bangunan tersebut dilengkapi dengan kantor operasional, pos operator jembatan timbang, ruang panel dan powerhouse, serta berbagai prasarana pendukung lainnya.

Proses pengolahan sampah di TPST Kebon Talo terbagi dalam dua lini, yaitu lini organik dan lini RDF/anorganik.

Pembagian tersebut dirancang agar pengolahan sampah dapat berlangsung secara lebih efisien, ramah lingkungan, sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

Pekerjaan konstruksi TPST Kebon Talo telah dimulai sejak 12 Juni 2026. Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026 dengan proyeksi masa layanan mencapai 20 tahun.

Pembangunan TPST Kebon Talo menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU dalam meningkatkan pelayanan infrastruktur dasar, khususnya pada sektor persampahan.

Sejalan dengan Visi PU 608, keberadaan infrastruktur persampahan yang andal diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendorong terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (hen)

- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-top"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Terbaru
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-sidebar"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-bottom"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini