TAJUKNASIONAL.COM Nama Bupati Muara Enim, Edison, menjadi sorotan setelah turut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026).
OTT tersebut menarik perhatian publik karena Edison belum lama menjabat sebagai Bupati Muara Enim periode 2025–2030. Ia resmi dilantik pada 20 Februari 2025 setelah memenangkan Pilkada Muara Enim 2024 bersama pasangannya, Sumarni.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut. Namun, KPK belum menyampaikan secara rinci dugaan perkara yang melatarbelakangi penangkapan, jumlah pihak yang diamankan, maupun barang bukti yang ditemukan.
“Benar,” ujar Fitroh, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: KPK OTT Bupati Muara Enim Edison, Kantor Dinas Disegel
Sesuai mekanisme penanganan OTT, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. Edison dijadwalkan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Profil Edison
Edison lahir di Muara Enim pada 6 Maret 1968. Sebelum terjun ke politik, ia dikenal sebagai aparatur sipil negara yang memiliki pengalaman panjang di bidang pertanahan, agraria, dan tata ruang.
Karier birokrasi Edison dimulai pada 1995 ketika bekerja sebagai staf di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Selatan. Dari posisi tersebut, kariernya terus berkembang hingga dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis di lingkungan BPN.
Selama berkarier di BPN, Edison pernah menjabat sebagai Kepala Kantor BPN di sejumlah daerah, antara lain Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Musi Rawas, hingga Kota Medan.
Jabatan terakhir Edison sebelum memasuki dunia politik adalah Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan pada Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan.
Atas pengabdiannya sebagai aparatur negara, Edison pernah menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya pada 2010 dan 2017.
Riwayat Pendidikan Edison
Edison menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Banuayu, Kabupaten Muara Enim. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Lubuklinggau dan SMA Negeri Lubuklinggau.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Edison melanjutkan studi sarjana di Universitas Sumatera Utara, Medan. Latar belakang pendidikan tersebut sejalan dengan perjalanan kariernya yang sempat bertugas di lingkungan BPN Kota Medan.
Untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kepemimpinannya, Edison kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Sriwijaya, Palembang.
Baca Juga: KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Imigrasi Rp145,5 Miliar, Uang Dibagikan Tiap Jumat
Masuk Politik Lewat Partai NasDem
Setelah mengakhiri karier sebagai birokrat, Edison masuk ke dunia politik melalui Partai NasDem. Ia maju sebagai calon Bupati Muara Enim pada Pilkada 2024 berpasangan dengan Sumarni dari PDI Perjuangan.
Pasangan Edison-Sumarni maju sebagai pasangan nomor urut 2. Berdasarkan hasil real count KPU, pasangan tersebut berhasil memenangkan kontestasi Pilkada Muara Enim.

