TAJUKNASIONAL.COM Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi pertama dalam daftar menteri dengan kinerja terbaik versi Center of Economic and Law Studies (CELIOS).
Dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Purbaya memperoleh skor 291, sementara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di posisi ketiga dengan skor 127.Â
Hasil tersebut menempatkan Purbaya dan AHY di antara tiga nama dengan skor tertinggi dalam penilaian masyarakat terhadap kinerja para menteri. Posisi kedua ditempati Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan skor 140.
Berdasarkan laporan CELIOS yang dipublikasikan pada 12 Oktober 2026, selisih skor Purbaya dan AHY mencapai 164 poin. Sementara itu, skor AHY terpaut 13 poin dari Amran yang berada satu tingkat di atasnya.
Purbaya Unggul dengan Skor 291
Purbaya memperoleh skor tertinggi dalam penilaian tersebut meskipun sudah tidak menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia sebelumnya menyerahkan jabatan kepada Suahasil Nazara pada September 2026.
Skor 291 yang diperoleh Purbaya lebih dari dua kali lipat skor Amran Sulaiman yang mencapai 140. Perbedaan tersebut memperlihatkan jarak penilaian yang cukup besar antara dua nama teratas dalam daftar CELIOS.
Dalam laporan tersebut, CELIOS menjelaskan bahwa skor merupakan selisih antara penilaian terbaik dan terburuk terhadap kinerja pejabat. Dengan demikian, angka 291 tidak dapat dibaca sebagai nilai akademik atau persentase kepuasan masyarakat, melainkan sebagai hasil penghitungan berdasarkan metode penilaian yang digunakan dalam survei.
CELIOS juga mencatat bahwa skor para menteri setelah tiga posisi teratas turun tajam ke angka dua digit. Kondisi ini, menurut laporan tersebut, menunjukkan bahwa hanya sejumlah kecil menteri yang mendapat penilaian menonjol dari masyarakat.Â
AHY Masuk Tiga Besar dengan Skor 127
Di posisi ketiga, AHY memperoleh skor 127 dalam penilaian kinerja menteri versi CELIOS. Ia berada 13 poin di bawah Amran Sulaiman dan 164 poin di bawah Purbaya.
AHY menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Posisi tersebut mencakup koordinasi kebijakan di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.
Masuknya AHY ke tiga besar menunjukkan bahwa namanya termasuk yang memperoleh skor relatif tinggi dalam survei tersebut. Namun, hasil ini tidak dengan sendirinya menjelaskan program atau kebijakan tertentu yang menjadi alasan responden memberikan penilaian positif kepadanya.
Untuk memahami penilaian tersebut secara lebih mendalam, hasil survei perlu dibaca bersama metode pengumpulan data dan indikator yang digunakan. Skor juga tidak secara otomatis menggambarkan seluruh aspek kinerja kementerian atau dampak kebijakan terhadap masyarakat.

