10 Ribu Mahasiswa Relawan Dilepas Kemdiktisaintek, Fokus Pemulihan Banjir Aceh hingga Sumbar

TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi melepas sebanyak 10.000 mahasiswa relawan bencana Sumatera dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Para mahasiswa ini diterjunkan langsung untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pelepasan mahasiswa relawan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed), Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dalam penanganan pascabencana berbasis riset dan pengabdian masyarakat.

Baca Juga: Titik Banjir di Jakarta Usai Hujan Deras, Dimana Saja?

Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Baharuddin, menyampaikan bahwa program tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.

“Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai upaya memastikan keberlanjutan kolaborasi dan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak,” kata Baharuddin di Medan.

Ia menegaskan keterlibatan mahasiswa dalam program relawan bencana juga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai relawan kemanusiaan jangka pendek, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa solusi berbasis ilmu pengetahuan.

“Keterlibatan universitas negeri dan swasta, politeknik, serta institusi kesehatan, dalam program itu menunjukkan bahwa upaya pemulihan bencana membutuhkan kolaborasi lintas institusi dan pendekatan multidisipliner, mulai dari pendidikan, kesehatan, teknologi, hingga pemberdayaan sosial masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Ulurkan Tangan Bantu Rakyat, Demokrat Pati Bersama Hermusa Oktaviani Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Juwana

Senada dengan itu, Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menekankan bahwa keikutsertaan mahasiswa dirancang sebagai bagian dari pembelajaran akademik yang terintegrasi dengan riset dan inovasi.

Setiap kelompok mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing yang memiliki kompetensi riset, sehingga seluruh program yang dijalankan tetap berbasis kajian ilmiah.

Ia menjelaskan bahwa inovasi yang diterapkan di lapangan bukan solusi generik, melainkan teknologi tepat guna hasil riset perguruan tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini