TAJUKNASIONAL.COM International Olympic Committee (IOC) melayangkan peringatan keras kepada Indonesia usai keputusan pemerintah menolak kedatangan enam atlet Israel yang hendak berlaga dalam kejuaraan dunia senam di Jakarta.
Langkah ini dinilai bertentangan dengan prinsip dasar Olimpiade yang menekankan sportivitas dan non-diskriminasi terhadap atlet dari negara mana pun.
IOC menilai keputusan Indonesia berpotensi mencoreng semangat Olimpiade dan bisa berdampak terhadap peluang Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional di masa depan.
Organisasi itu juga menekankan pentingnya menjauhkan olahraga dari kepentingan politik dan diskriminasi rasial maupun nasional.
Baca Juga: Ditegur IOC, NOC Indonesia Didesak Klarifikasi Soal Larangan Atlet Israel
Presiden IOC, Kirsty Coventry, menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai universal Olimpiade di tengah situasi politik yang kerap mempengaruhi dunia olahraga.
Dalam pidatonya di Forum Federasi Internasional (IF) di Lausanne, Swiss, Selasa (28/10), Coventry menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan olahraga memiliki tanggung jawab untuk menjamin keadilan dan kesempatan yang sama bagi para atlet.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan bahwa olahraga kita tetap relevan, menciptakan platform bagi atlet untuk mewujudkan harapan dan impian mereka, serta memungkinkan mereka untuk hidup sesuai dengan harapan dan impian tersebut,” tegas Coventry.
“Semua yang hadir di ruangan ini memiliki tanggung jawab dan kunci untuk membuka masa depan impian para atlet,” lanjutnya.
Keputusan Indonesia untuk menolak visa enam atlet Israel — yakni Artem Dolgopyat, Eyal Indig, Ron Payatov, Lihie Raz, Yali Shoshani, dan Roni Shamay — membuat IOC menegaskan bahwa “kelayakan menggelar acara Olimpiade atau event olahraga internasional di Indonesia harus lewat jaminan bahwa seluruh atlet dapat berpartisipasi tanpa diskriminasi”.
