TAJUKNASIONAL.COM Ujian menarik menanti Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026. Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Bulgaria, tim asal Eropa yang secara tradisi memiliki pengalaman panjang di kompetisi internasional.
Namun, jika menilik performa terbaru Bulgaria, peluang Indonesia untuk mencuri kemenangan ternyata cukup terbuka.
Laga ini menjadi momentum penting bagi tim asuhan John Herdman untuk mengukur kekuatan menghadapi lawan dari zona Eropa.
Nama Bulgaria memang tidak bisa dianggap enteng. Negara tersebut pernah tampil di sejumlah turnamen besar dan memiliki kultur sepak bola kuat.
Meski begitu, performa mereka belakangan ini justru menunjukkan tren menurun.
Baca Juga: Timnas Indonesia Hadapi Era Baru di FIFA Series 2026 dengan Coret 3 Pemain Naturalisasi, Siapa Saja?
Berdasarkan catatan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Bulgaria tampil jauh dari ekspektasi.
Dari 10 pertandingan yang telah dijalani, mereka hanya mampu meraih 1 kemenangan, 1 hasil imbang, dan menelan 8 kekalahan.
Total poin yang dikumpulkan hanya 4 angka, membuat mereka terpuruk di papan bawah klasemen grup.
Masalah terbesar Bulgaria terletak pada sektor pertahanan. Dalam 10 laga, mereka sudah kebobolan 29 gol atau rata-rata 2,9 gol per pertandingan.
Bahkan, secara statistik, gawang Bulgaria kemasukan gol setiap 31 menit sekali. Sepanjang babak kualifikasi, mereka tidak mampu mencatatkan satu pun clean sheet.
Jika dirinci, Bulgaria kebobolan 14 gol dalam lima laga kandang dan 15 gol dalam lima laga tandang.
Catatan ini menempatkan mereka sebagai salah satu tim dengan lini belakang paling rapuh di kualifikasi zona Eropa.
Tak hanya pertahanan, lini serang Bulgaria pun tampil kurang menggigit.
Baca Juga: Timnas Indonesia Hadapi Era Baru di FIFA Series 2026 dengan Coret 3 Pemain Naturalisasi, Siapa Saja?
Mengutip data Footystats, mereka hanya mencetak 7 gol dari 10 pertandingan atau rata-rata 0,7 gol per laga. Bahkan, Bulgaria gagal mencetak gol dalam 50 persen pertandingan selama kualifikasi.
Produktivitas tembakan mereka juga tergolong rendah, yakni rata-rata hanya 4,7 tembakan per pertandingan.
Tingkat konversi peluang menjadi gol pun hanya sekitar 15 persen, angka yang menunjukkan kurang efektifnya penyelesaian akhir.
Secara statistik kandang dan tandang, performa Bulgaria juga tidak konsisten.
Di kandang, mereka mencatat 1 kemenangan, 1 imbang, dan 3 kekalahan dengan rata-rata mencetak 1,2 gol per laga serta kebobolan 2,8 gol.
