Fakta Unik Cape Verde, Pernah Rekrut Pemain via LinkedIn Hingga Ciptakan Sejarah di Piala Dunia 2026

TAJUKNASIONAL.COM Nama Cape Verde mendadak menjadi sorotan di Piala Dunia 2026.

Tim nasional asal Afrika yang dijuluki Blue Sharks atau Hiu Biru itu berhasil mencuri perhatian dunia setelah mencatat perjalanan bersejarah pada debut mereka di ajang sepak bola terbesar tersebut.

Meski berasal dari negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik, Cape Verde mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.

Berikut sederet fakta unik yang membuat perjalanan mereka begitu istimewa.

Baca Juga: FIFA Jatuhkan Sanksi Berat di Piala Dunia 2026, Gelandang Qatar Absen Lima Laga

  1. Negara Kecil dengan Prestasi Besar

Cape Verde merupakan negara kepulauan seluas sekitar 4.000 kilometer persegi dengan jumlah penduduk hanya sekitar 537 ribu jiwa. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu negara terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia.

Meski memiliki sumber daya sepak bola yang terbatas, mereka sukses menembus putaran final dan menciptakan sejarah di Piala Dunia 2026.

  1. Dijuluki “Hiu Biru”

Tim nasional Cape Verde dikenal dengan julukan Blue Sharks atau Hiu Biru. Julukan tersebut mencerminkan identitas negara kepulauan yang kehidupannya sangat bergantung pada laut.

Di lapangan, julukan itu juga menggambarkan karakter permainan mereka yang disiplin, tangguh, dan berbahaya melalui serangan balik cepat saat menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat.

  1. Mayoritas Pemain Berkembang di Eropa

Meski mewakili Cape Verde, sebagian besar pemain tim nasional lahir atau besar di berbagai negara Eropa seperti Portugal, Belanda, Prancis, hingga Irlandia.

Komunitas diaspora Cape Verde yang jumlahnya bahkan lebih besar dibanding populasi di dalam negeri menjadi sumber penting regenerasi pemain. Lebih dari 90 persen skuad bermain di klub-klub Eropa.

  1. Lolos Fase Gugur Tanpa Sekali Menang

Salah satu rekor unik yang diukir Cape Verde adalah berhasil lolos dari fase grup tanpa meraih satu kemenangan.

Mereka menahan imbang Spanyol 0-0, Uruguay 2-2, dan Arab Saudi 0-0 sehingga mengumpulkan tiga poin. Catatan tersebut menjadi salah satu kisah paling langka dalam sejarah Piala Dunia era tiga poin untuk kemenangan.

Baca Juga: Bedah Mantan Rival Timnas Indonesia Masih Berjuang di Fase Grup Piala Dunia 2026

  1. Pernah Merekrut Pemain Lewat LinkedIn

Cerita unik lainnya datang dari bek Roberto Lopes. Federasi Sepak Bola Cape Verde pernah menghubunginya melalui platform profesional LinkedIn setelah kesulitan memperoleh kontak pribadinya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini