Cape Verde Ukir Dongeng di Piala Dunia 2026, Tim Debutan Tantang Argentina di 32 Besar

 TAJUKNASIONAL.COM Cape Verde kembali mencuri perhatian dunia sepak bola setelah memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Tim debutan asal Afrika itu mencatat sejarah usai bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H, Sabtu (27/6/2026), sekaligus mengamankan posisi runner-up grup.

Pencapaian tersebut terasa istimewa mengingat Cape Verde berasal dari negara kepulauan dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa.

Meski berstatus debutan, mereka mampu mengungguli Uruguay yang merupakan dua kali juara dunia dan melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.

Keberhasilan Cape Verde juga terbilang unik. Mereka lolos ke babak 32 besar tanpa sekalipun meraih kemenangan di fase grup.

Tiga hasil imbang justru menjadi modal berharga bagi skuad berjuluk Blue Sharks untuk mencetak salah satu kisah paling menarik di turnamen tahun ini.

Baca Juga: Fakta Unik Cape Verde, Rekut Rekrut Pemain via LinkedIn Hingga Ciptakan Sejarah di Piala Dunia 2026

Perjalanan impresif Cape Verde dimulai saat menahan salah satu favorit juara, Spanyol, dengan skor 0-0.

Dalam pertandingan tersebut, penampilan gemilang kiper veteran Vozinha menjadi sorotan setelah berkali-kali menggagalkan peluang emas para pemain La Roja.

Momentum positif berlanjut ketika Cape Verde menghadapi Uruguay. Sempat unggul lebih dulu lewat Kevin Pina pada menit ke-21, mereka kemudian tertinggal akibat gol Maxi Araujo dan Agustin Canobbio menjelang turun minum.

Namun semangat pantang menyerah kembali diperlihatkan Cape Verde. Helio Varela mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-61 untuk memastikan pertandingan berakhir imbang 2-2 sekaligus menjaga asa lolos ke fase berikutnya.

Penentuan akhirnya terjadi saat menghadapi Arab Saudi. Bermain disiplin sepanjang laga, Cape Verde sukses mempertahankan skor 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil tersebut, ditambah kekalahan Uruguay 0-1 dari Spanyol, memastikan Blue Sharks finis di posisi kedua Grup H.

Keberhasilan itu disambut sukacita oleh para pemain, ofisial, hingga pendukung Cape Verde yang memenuhi stadion di Houston, Amerika Serikat.

Momen emosional juga terlihat ketika ibu dari penjaga gawang Vozinha ikut merayakan pencapaian bersejarah tersebut.

Pelatih Cape Verde, Bubista, menyebut keberhasilan timnya menjadi bukti bahwa negara kecil pun mampu bersaing di level tertinggi jika memiliki organisasi permainan yang baik dan semangat juang tinggi.

“Ini adalah sesuatu yang kami persembahkan untuk tim-tim nasional kecil lainnya, tim-tim yang kesulitan lolos ke Piala Dunia,” ujar Bubista.

Baca Juga: Daftar Pencetak Gol Tertua di Piala Dunia 2026 FIFA World Cup: Cristiano Ronaldo Kejar Rekor Legenda Klub Liga Indonesia Cikal Bakal Bali United FC

Ia menambahkan, “Sebuah negara bisa saja kecil, bisa menghadapi kesulitan finansial, tetapi jika mereka tangguh, mampu bertahan dalam kesulitan, dan bekerja secara terorganisasi, mereka juga bisa berdiri sejajar dengan tim-tim besar.”

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini