Afriansyah menilai serikat pekerja modern harus mampu menjadi mitra dialog yang konstruktif bagi manajemen. Setiap perbedaan pandangan, kata dia, perlu diselesaikan melalui komunikasi terbuka, musyawarah, dan penghormatan terhadap mekanisme hukum yang berlaku.
“Segala perbedaan pandangan yang muncul di lapangan harus diselesaikan melalui prinsip dialog sosial, komunikasi terbuka, dan musyawarah konstruktif,” katanya.
Ia optimistis PLN memiliki modal kuat untuk membangun hubungan industrial yang sehat melalui dukungan SDM yang kompeten, organisasi pekerja yang aktif, serta komitmen manajemen dalam mengembangkan perusahaan.
Afriansyah juga mengajak pengurus yang baru dilantik menjadikan serikat pekerja sebagai wadah pengabdian dan pembelajaran yang profesional, adaptif, serta mampu memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
