TAJUKNASIONAL.COM Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menegaskan hasil proyek Capacity Development for Land Development Policy Making and Land Bank Management Improvement (LANDLAB) harus mampu diterapkan menjadi kebijakan publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikan saat membuka Joint Coordinating Committee (JCC) 2nd Meeting di Aula Prona, Kementerian ATR/BPN, Selasa (28/7/2026).
Menurut Ossy, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi pelaksanaan proyek selama satu tahun terakhir, tetapi juga menyusun langkah lanjutan agar rekomendasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif dalam pengelolaan pertanahan nasional.
“Tujuan kita hari ini bukan sekadar mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah diselesaikan, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan, pengalaman, dan rekomendasi yang dihasilkan melalui LANDLAB ini benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang praktis, efektif, dan berdampak nyata,” ujar Ossy Dermawan.
Baca Juga: Wamen Ossy Dermawan Lantik 78 Pejabat ATR/BPN, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
Proyek LANDLAB merupakan kerja sama Kementerian ATR/BPN, Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Badan Bank Tanah, serta Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Program yang berlangsung hingga April 2028 itu difokuskan pada penguatan kebijakan pengadaan tanah, pengembangan pertanahan, serta pengelolaan Bank Tanah.
Selama satu tahun pelaksanaannya, LANDLAB telah membahas berbagai isu strategis, seperti pengadaan tanah untuk pembangunan MRT, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), pemanfaatan ruang bawah tanah, hingga penguatan model bisnis Badan Bank Tanah. Pemerintah menilai berbagai pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem administrasi pertanahan yang modern, transparan, dan memberikan kepastian hukum menuju Indonesia Emas 2045.
Ossy juga menyampaikan apresiasi kepada JICA, Badan Bank Tanah, Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah daerah, serta seluruh mitra yang dinilai berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Ia menilai kemajuan LANDLAB merupakan hasil kolaborasi yang kuat antarlembaga.
Sementara itu, Chief Representative JICA Indonesia Takeda Sachiko mengapresiasi perkembangan proyek selama satu tahun terakhir. “Penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian ATR/BPN, Badan Bank Tanah, serta seluruh kementerian dan lembaga atas komitmen dan kerja sama aktif yang terus diberikan,” katanya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
