TAJUKNASIONAL.COM Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa program Gentengisasi akan segera dimulai pada bulan depan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Program ini ditandai dengan pengiriman ratusan truk genteng untuk mendukung pembangunan perumahan rakyat.
Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026), Maruarar—yang akrab disapa Ara—menyebut sebanyak 600 truk genteng telah disiapkan untuk tahap awal distribusi.
“Gentengisasi bulan depan kita mulai di Majalengka dengan 600 truk pengiriman, sudah ada pesan,” ujarnya.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Siapkan Penanganan Permukiman Kumuh Kubu Raya
Distribusi Besar dan Perluasan Wilayah
Setelah peluncuran di Majalengka, program ini akan diperluas ke sejumlah daerah lain. Ara menyampaikan dirinya akan meninjau langsung kesiapan pelaksanaan di beberapa wilayah, termasuk Purwakarta.
Ia dijadwalkan melakukan kunjungan bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelum program diperluas ke daerah lain seperti Jawa Tengah dan sentra produksi genteng lainnya.
“Setelah Majalengka, saya akan lihat di Purwakarta, lalu dilanjutkan ke beberapa tempat lagi termasuk Jawa Tengah,” katanya.
Untuk wilayah Jawa Tengah, Ara menyebut pemerintah daerah sudah mulai melakukan persiapan di bawah koordinasi Gubernur, Ahmad Luthfi.
Skala Distribusi Capai Kilometer
Ara juga menggambarkan besarnya skala distribusi genteng dalam program ini. Jika 600 truk disusun dalam satu baris dengan panjang rata-rata 5 meter per truk, maka total panjangnya bisa mencapai sekitar 3 kilometer.
Sementara jika disusun dalam dua baris, panjangnya diperkirakan sekitar 1,5 kilometer.
“Kira-kira kalau 600 truk itu satu baris bisa sampai 3 kilometer. Kalau dua baris, sekitar 1,5 kilometer,” jelasnya.
Dorong UMKM dan Industri Lokal
Program Gentengisasi tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan material perumahan, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sentra produksi genteng seperti Jatiwangi, Majalengka, diproyeksikan akan mengalami peningkatan aktivitas produksi dan distribusi seiring tingginya permintaan.
Pemerintah berharap program ini mampu meningkatkan daya saing industri lokal, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas produksi.
