Retno menekankan, pengelolaan air tak bisa lagi dilakukan secara sektoral. “Kita harus meninggalkan pendekatan silo. Air mengajarkan bahwa krisis ini tidak bisa diselesaikan sendirian,” katanya. Ia mengingatkan, secara global masih ada 2,2 miliar orang tanpa akses air minum aman dan 3,5 miliar orang tanpa sanitasi layak.
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan investasi sektor air dan sanitasi global diperkirakan mencapai 600 miliar dolar AS per tahun. Kesenjangan pendanaan untuk mencapai SDGs tujuan keenam masih di atas 130 miliar dolar AS per tahun. Mengutip kajian Bank Dunia, setiap 1 dolar AS investasi air dapat menghasilkan manfaat ekonomi hingga 6,8 dolar AS.
Menurut Retno, karena air menjadi penghubung pertanian, energi, kesehatan, hingga industri digital, pendekatan pembiayaan dan kebijakannya pun harus kolaboratif dan lintas sektor.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
