TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah mempercepat implementasi program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah strategis untuk menangani kedaruratan sampah nasional yang volumenya terus meningkat, terutama di kawasan perkotaan.
Pemerintah memproyeksikan timbulan sampah nasional mencapai 146.780 ton per hari pada 2029. Melalui program PSEL, pemerintah menargetkan sekitar 23 persen sampah nasional dapat diolah menjadi energi listrik melalui teknologi ramah lingkungan yang terintegrasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan percepatan implementasi PSEL menjadi bagian penting dalam transformasi sistem pengelolaan sampah nasional yang lebih modern dan berkelanjutan.
“PSEL mampu mengolah sampah dalam jumlah besar dengan pengendalian emisi sesuai baku mutu lingkungan dan berpotensi menghasilkan energi baru,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Perketat Tata Kelola Impor Pangan, Garam hingga Beras Diatur
Dalam empat bulan sejak terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah mencatat progres percepatan implementasi PSEL. PT Danantara telah menyelesaikan proses pemilihan mitra pembangunan PSEL tahap pertama yang akan menggunakan teknologi berstandar internasional.
