TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Transmigrasi mengubah arah kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi dengan menitikberatkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan kesejahteraan masyarakat. Paradigma baru tersebut menjadi dasar pelepasan 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang akan bertugas di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, keberhasilan program transmigrasi kini tidak lagi diukur dari jumlah penduduk yang dipindahkan, tetapi dari kemampuan kawasan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Keberhasilan transmigrasi tidak lagi diukur dari berapa banyak orang yang dipindahkan, tetapi dari berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, investasi yang masuk, dan masyarakat yang semakin sejahtera,” ujar Iftitah saat melepas Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 di Jakarta.
Ia menjelaskan, para peserta akan melakukan pemetaan potensi daerah, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendorong pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Tim juga diharapkan mampu membangun kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha guna mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi.
Menurut Iftitah, pendekatan tersebut mulai membuahkan hasil, salah satunya di Kawasan Transmigrasi Toriwang, Kabupaten Halmahera Utara. Investasi pada industri pengolahan kelapa di kawasan tersebut telah membuka ribuan lapangan kerja dan diproyeksikan terus berkembang sehingga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Selain itu, sekitar 1.200 personel Tim Ekspedisi Patriot ditempatkan di 10 kawasan transmigrasi di Papua untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pendidikan, serta percepatan pembangunan ekonomi sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui program ini, Kementerian Transmigrasi menargetkan kawasan transmigrasi berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
