Untuk menjawab tantangan itu, pemerintah menyiapkan strategi “Warung Jamu” yang mencakup aspek waktu, ruang, jumlah, dan mutu. Dari sisi waktu, pembangunan bendungan, kolam retensi, dan pengisian ulang air tanah diprioritaskan guna mengatasi siklus banjir dan kekeringan. Dari sisi ruang, distribusi air diperkuat melalui transmisi pipa dan interkoneksi antarwilayah.
Sementara dari aspek jumlah, kapasitas penyimpanan air termasuk teknologi desalinasi untuk kawasan pesisir akan diperluas. “Dari sisi mutu, pengelolaan limbah dan monitoring kualitas air harus berkelanjutan demi menjaga kesehatan masyarakat,” tegasnya.
AHY juga menyoroti akses air bersih perpipaan yang baru menjangkau 20 persen penduduk. Pemerintah menargetkan cakupan 40 persen di kawasan urban pada 2029 dan 100 persen rumah tangga atau sekitar 211 juta jiwa pada 2045.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
