TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata sektor swasta dalam mempercepat peralihan menuju sistem transportasi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan rendah emisi.
Menko AHY menekankan bahwa proses transisi tersebut perlu didukung dengan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang, terutama penguatan ekosistem kendaraan listrik di berbagai wilayah Indonesia.
Hal itu disampaikan saat menghadiri peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia: Komitmen Nyata Mendukung Mobilitas Masa Depan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (29/6/2026).
Dalam sambutannya, Menko AHY menyampaikan bahwa pemerintah menyambut positif berbagai inisiatif dunia usaha yang berkontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan penggunaan kendaraan listrik.
“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dari jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, saya menyambut dengan sangat baik, sekaligus mendorong dan mengapresiasi Grab Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir terus berupaya menghadirkan solusi dan menjadi bagian dari solusi bagi masa depan transportasi Indonesia,” ujar AHY.
Menko AHY menilai bahwa sebagai negara dengan populasi yang besar, Indonesia memerlukan sistem transportasi yang semakin efisien di seluruh moda, baik darat, laut, maupun udara.
Pada saat yang sama, tantangan perubahan iklim serta peningkatan emisi karbon mengharuskan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tetap berlangsung secara berkelanjutan.
“Kita ingin terus tumbuh ekonominya, terus membangun, termasuk infrastrukturnya, tetapi tetap ramah terhadap lingkungan. Kita harus menjaga kelestarian bumi ini untuk anak cucu dan generasi penerus kita,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sektor energi masih menjadi kontributor terbesar emisi karbon nasional dengan porsi sekitar 55 persen.
Dari angka tersebut, sekitar 22 persen berasal dari sektor transportasi, sementara hampir 89 persen emisi transportasi disumbang oleh transportasi darat.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mendukung transisi menuju energi baru dan terbarukan, termasuk dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui percepatan elektrifikasi kendaraan.
“Semangat kita adalah bagaimana mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan. Kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil, apalagi di tengah dinamika geopolitik global yang sering memicu lonjakan harga minyak dunia,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Menko AHY juga memberikan apresiasi atas capaian Grab Indonesia yang terus meningkatkan jumlah armada kendaraan listrik secara konsisten.
Menurutnya, target yang dicanangkan perusahaan tersebut merupakan langkah nyata yang layak memperoleh dukungan bersama.
“Tahun lalu jumlah kendaraan listrik Grab sekitar 14 ribu unit. Pada Juni tahun ini telah mencapai 28 ribu unit, dan mudah-mudahan pada akhir tahun dapat menembus 42 ribu unit. Ini merupakan target yang sangat baik dan layak kita dukung bersama,” ungkap AHY.
Lebih lanjut, Menko AHY menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan, di antaranya pemberian insentif kepada industri dan investor, pengembangan rantai pasok baterai, penguatan industri kendaraan listrik nasional, sampai pada peningkatan investasi di sektor tersebut.
Pemerintah juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), agar masyarakat semakin yakin dan nyaman beralih ke penggunaan kendaraan listrik.
“Ketersediaan SPKLU menjadi salah satu harapan masyarakat. Pemerintah ingin terus mendorong agar jumlah titik pengisian semakin banyak dan penyebarannya semakin merata. Jawa tentu menjadi prioritas karena jumlah penduduknya besar, tetapi wilayah di luar Jawa juga harus terus diperluas sehingga pengguna kendaraan listrik semakin nyaman bepergian tanpa khawatir kehabisan daya,” tuturnya.
Menko AHY berharap sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, seperti yang diwujudkan Grab Indonesia melalui Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, mampu mempercepat transformasi sistem transportasi nasional menjadi lebih modern, efisien, berdaya saing, sekaligus ramah lingkungan.
“Mudah-mudahan Indonesia terus tumbuh, terus maju, dan mampu menghadirkan sistem transportasi yang semakin ramah lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” tutup AHY. (hen)



' +
'