TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai penguatan komoditas unggulan berbasis potensi daerah menjadi strategi penting dalam mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu komoditas yang dinilai memiliki prospek besar adalah pisang.
Hal tersebut disampaikan Iftitah saat meninjau demplot pisang Edo Farm di Sentul, Jawa Barat, Senin (13/7). Menurutnya, upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi beras, tetapi juga pengembangan komoditas pangan lain yang bernilai ekonomi tinggi.
“Arahan Presiden sangat jelas, yaitu mewujudkan swasembada pangan. Beras tetap menjadi komoditas utama, tetapi Indonesia juga memiliki banyak komoditas pangan lain yang potensinya sangat besar,” ujar Iftitah.
Baca Juga: Nonton Bareng Piala Dunia, Iftitah Sebut Kerja Tim Kunci Sukses Transformasi Transmigrasi
Ia mengatakan keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya diukur dari besarnya hasil panen, melainkan juga dari nilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani. Karena itu, ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kementerian Transmigrasi menilai pisang memiliki peluang besar karena permintaan pasar domestik maupun ekspor terus meningkat. Potensi budidayanya juga tersebar di berbagai daerah, termasuk kawasan transmigrasi.
“Kita ingin petani tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kepastian pasar,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Transmigrasi tengah menjajaki pengembangan sentra pisang di Lampung sebagai proyek percontohan. Model ini akan dikembangkan melalui penguatan koperasi, hilirisasi produk, sistem logistik, hingga kemitraan dengan off-taker agar memberikan nilai tambah bagi petani.
Selain itu, kementerian juga menggandeng perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha guna memperkuat riset, inovasi, serta penerapan teknologi dalam pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
