TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya terus memberikan dukungan terhadap upaya penanganan tanggap darurat kekeringan di Kota Cimahi, Jawa Barat, melalui penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut atas Keputusan Wali Kota Cimahi Nomor 360/Kep.1530-BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Kekeringan yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Sejak 7 Juli 2026, distribusi air bersih dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, air memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi perubahan iklim, serta pengentasan kemiskinan.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Menteri Dody.
Kepala BPBPK Jawa Barat M. Reva Sastrodiningrat menjelaskan bahwa distribusi bantuan air bersih dilaksanakan dua kali setiap pekan, yakni pada hari Selasa dan Jumat, dengan cakupan pelayanan di enam titik yang tersebar pada empat RW.
“Sebanyak lima unit Mobil Tangki Air dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter dikerahkan pada setiap distribusi. Dengan demikian, total air bersih yang disalurkan mencapai 20.000 liter per pengiriman atau sekitar 40.000 liter per minggu,” ujar Reva.
Kekeringan yang terjadi di kawasan tersebut dipengaruhi oleh musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air tanah dangkal, yang selama ini menjadi sumber air utama masyarakat.
Sebagian besar warga masih mengandalkan sumur, sementara jaringan pelayanan PDAM belum menjangkau wilayah terdampak sehingga ketergantungan terhadap air tanah masih sangat tinggi.
Penyaluran bantuan difokuskan melalui tiga titik distribusi utama yang melayani empat RW di Kelurahan Leuwigajah.
Kawasan tersebut menjadi prioritas karena termasuk wilayah dengan tingkat kekeringan paling tinggi.
Bantuan air bersih tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Leuwigajah, Nining, mengaku bantuan yang diberikan pemerintah sangat membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Alhamdulillah, bantuan air bersih ini sangat membantu kami. Saat musim kemarau sumur kami sering kering, sehingga kebutuhan air sehari-hari sangat bergantung pada bantuan ini,” ungkapnya.
Kementerian PU menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan bagian dari layanan dasar yang harus tetap terpenuhi, terutama pada saat terjadi kondisi darurat.
Untuk itu, koordinasi dan sinergi bersama Pemerintah Kota Cimahi serta para pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar penyaluran bantuan dapat berlangsung secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (hen)



' +
'