Menurutnya, diaspora Indonesia yang telah sukses membangun usaha di luar negeri merupakan mitra strategis untuk memperkenalkan produk kreatif nasional ke pasar global. Karena itu, pemerintah akan mendorong sejumlah program yang dapat segera direalisasikan bersama sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi.
Audiensi tersebut juga membahas tindak lanjut nota kesepahaman yang telah ditandatangani Kementerian Ekraf dan IDN Global pada November 2025. Kerja sama difokuskan pada pendataan diaspora kreatif, perluasan pemasaran produk ekonomi kreatif, serta pengembangan Creative Hub Diaspora sebagai etalase produk kreatif Indonesia di luar negeri.
Presiden IDN Global Nathalia Widjaja mengungkapkan proses pendataan 1.000 diaspora kreatif terus berjalan. Hingga saat ini sekitar 200 diaspora telah terdata dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui integrasi data, pemanfaatan Kartu Diaspora, webinar, serta pembentukan satuan tugas khusus.
“Kami ingin menghubungkan diaspora Indonesia di berbagai negara dengan pelaku ekonomi kreatif di tanah air agar promosi, pemasaran, dan kolaborasi bisnis dapat berjalan lebih cepat,” kata Nathalia.
Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk dan kekayaan intelektual nasional di tingkat global.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
