“Pilar Sosial Budaya adalah people’s pillar ASEAN. Setiap agenda harus diterjemahkan menjadi manfaat konkret yang dirasakan masyarakat,” tegas Imam.
Forum juga membahas prioritas isu, antara lain perlindungan pekerja migran melalui penguatan peran KP2MI sebagai focal point ACMW, penguatan kepemudaan lewat revitalisasi ASEAN Youth Development Agenda (AYDA), serta pengarusutamaan kebencanaan dengan mendorong peran aktif BNPB sebagai focal point ACDM dan Chair AMMDM 2026.
Selain itu, dibahas mekanisme ETR ASCC Blueprint 2025 melalui ASEAN Data Management and Evaluation (ADME) System, National Consultation, serta finalisasi indikator kinerja (KPI) dan baseline data. Sebagai tindak lanjut, Kemenko PMK menginisiasi penataan focal point dan alternate focal point serta mengusulkan koordinasi nasional rutin setiap triwulan.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
