TAJUKNASIONAL.COM Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pangan kini menjadi instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara.
Ia menyebut, Indonesia saat ini semakin kuat karena tidak lagi bergantung pada impor pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan stadium general di Sesko AU Lembang, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Amran menekankan bahwa penguasaan pangan merupakan faktor krusial dalam menghadapi dinamika global.
“Kalau pangan tidak kita kuasai, negara bisa ditekan. Tapi hari ini kita buktikan, produksi naik, impor turun, dan Indonesia semakin kuat,” ujarnya.
Baca Juga: Mentan Amran Sebut Stok Beras Nasional Tembus 4 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Menurut Amran, Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan produksi pangan. Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, mencatat bahwa saat ini Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis.
Komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Capaian ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan, ketergantungan pada impor merupakan titik lemah bagi suatu negara, terutama saat terjadi krisis global. Dalam situasi tersebut, negara pengimpor akan sangat rentan terhadap kebijakan negara produsen.
Untuk itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri serta memperkuat cadangan pangan nasional. Berdasarkan data internasional, termasuk dari United States Department of Agriculture, produksi pangan Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari stok beras nasional yang mencapai 4,3 juta ton, dengan target meningkat menjadi 4,5 juta ton dalam waktu dekat.
Baca Juga: BPK Ungkap Kelemahan Pengelolaan Anggaran Kementan, BAKN Dorong Perbaikan Tata Kelola
“Ini bukan hanya ekonomi, ini soal kedaulatan. Pangan adalah bagian dari sistem pertahanan negara,” tegas Amran.
Selain sektor pangan, Amran juga menyoroti pentingnya kemandirian energi. Indonesia sebagai produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia memiliki posisi strategis dalam mengembangkan industri hilir untuk mengurangi ketergantungan impor energi.
Ia menyebut, penguatan sektor pangan dan energi akan menjadikan Indonesia lebih mandiri dan tidak mudah terpengaruh tekanan global.
